Jogo Manyar – Kapolsek Manyar AKP Ady Nugroho., SH., SIK bersama Muspika Manyar menggelar diskusi dan penyelesaian masalah (Problem Solving) permasalahan tanah dan pajak Desa Leran. Senin (14/10/2019) siang.

Berawal dari pengaduan Kepala Desa Leran Abdul Manan, M.Si kepada Bhabinkamtibmas Desa Leran Bripka Koko Prasetyo, S.Pd. Abdul Manan menyampaikan ” terkait permasalahan tanah yang ada di Desa Leran Kec. Manyar Kab. Gresik termasuk pemasukan pajak tanah sangat minim tidak berimbang dengan keberadaan tanah yang ada, sehinggga persentase pemasukan pajak hanya 35% dan banyak yang tidak membayar pajak, pokok permasalahan pajak di karenakan permasalahan tanah kavling yang ada.” kata Abul Manan.

Tanah di Desa Leran mulai muncul permasalahan sekira tahun 2000 semasa awal dibuka pengavlingan tanah, sehingga bermunculan satu obyek kavling dimiliki lebih dari satu orang dikarenakan dari mediator / makelar yang tidak ada konfirmasi dengan pihak Pemerintahan Desa dan berakibat kepemilikan ganda pada satu obyek tanah kavling.” Lanjut Abdul Manan.

Harapan Abdul Manan selaku Kepala Desa, ” bahwa daftar yang sah berdasarkan data buku leter C desa jika ada permasalahan merupakan tanggung jawab Kepala Desa yang lama / Kades pada era tersebut. Pemilik tanah rata rata orang luar Desa Leran sehingga WP (Wajib Pajak ) tidak sampai kepada yang bersangkutan / pemilik tanah. Pihak pengavling tanah tidak mau menandatangani surat pernyataan di Pemerintah Desa Leran yaitu H. MAJID ( makelar tanah ). Dimana beberapa perkara tanah kavling sudah di laporkan kepada pihak Kepolisian dan sedang dalam proses hukum, jadi sampai saat ini sedang menunggu hasil dari proses hukum.” Imbuh Abdul Manan.

Menanggapi Pengaduan tersebut, Kapolsek Manyar AKP Ady Nugroho., SH., SIK bersama Moh Nadlelah, SP, M.Si ( Camat Manyar ), Kapten Arh Sali ( Danramil 0817/06 Manyar ) menggelar diskusi penyelesaian permasalahan ( Problem Solving ) di Pendopo Balai Desa Leran. Turut hadir pada acara tersebut dari Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan aset daerah( BPPKAD ) dan Dinas Pertanahan Kab. Gresik.

Camat Manyar dalam pendapatnya menyampaikan, ” bahwa perihal kepemilikan ganda di tanah kavling / sawah blok 6 dimana sebagai makelar penjual H. MAJID berdampak pada pemasukan/ pendapatan pajak di desa khususnya SPPT dan Wajib pajak, Camat Manyar menyimpulkan jika sengketa tanah tidak berpengaruh atau berdampak kepada SPPT.” Ujar Camat Manyar.

Sementara itu Kapolsek Manyar mengungkapkan bahwa, ” permasalahan tanah di Desa Leran sudah beberapa kali di bahas, dimana upaya telah di lakukan beberapa pemilik tanah dikumpulkan mencari solusi dari kepemilikan tanah lebih dari satu orang. Semestinya pembeli tanah kavling sebelum membeli melakukan kroscek ke Pemerintah Desa terlebih dahulu perihal obyek tersebut apakah ada permasalahan apa tidak.” Tandas AKP Ady.

Lanjut Danramil Manyar menyarankan kepada pihak yang merasa ada permasalaham tanah ” untuk melaporkan kepada pihak Kepolisian agar segera ditindak lanjuti dengan proses hukum. Termasuk tanah GG sesuai petunjuk untuk segera diselesaikan, maka Kades segera melayangkan surat ke Bupati Gresik.” Kata Kapten Sali.

Saran pendapat terakhir dari Ridho’i ( Kasi permasalahan Dinas Pertanahan ), ” tanah GG milik Desa Leran di Desa Ambeng Ambeng Kec. Duduk Sampeyan ternyata sudah diakui oleh pihak Kecamatan Duduk Sampeyan. Jadi disarankan agar Kepala Desa Leran segera membuat surat kepada Bupati Gresik, Kabag Pemerintahan Umum dengan dilampiri foto copy kretek dan bukti otentik lainnya agar segera ditindak lanjuti.” Tutup Ridho’i.

(Humas Polsek Manyar)

j~mio ttnt

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here