Polres Gresik -Pondok pensantren mambaul ihsan telah di lakasanakan silahturohmi dan audensi dalam rangka hari santri nasional tahun 2019 dengan tema JOGO UJUNGPANGKAH. Sabtu (19/10)

Dengan undangan yang hadir dalam rangka Silahturahmi dan audensi serta berdoa dengan berharap somoga prosesi kenegaraaan pelantikan presiden dan wakil presiden berjalan aman lancar dan kondusif.

Dalam acara silaturahmi audensi Jogo Ujungpangkah yang di hadiri oleh anggota Polres Gresik Kabagsumda Kompol. Drs. Edi Cahyono, Kapolsek Ujungpangkah Iptu. Sujito SH, Danramil Kap. Inf . Mashudi, Camat dan Ketua NU cabang Gresik, ketua MUI serta pengasuh pondok pesantren Mambaul Ihsan, ketua Fatayat, ketua GP Ansor, Santri ponpes Mambaul Ihsan.

Selain silahturohmi dan audensi sebelumnya dilaksakan tahlil dan doa bersama ziarah Masyayikh Nadlatul Ulama Ujungpangkah Di Maqbaroh, dan dilanjut pembacaan doa serta sholawat dan menyanyikan Indonesia raya juga menyanyikan mars ansor lanlu sambutan dari ketua GP ansor,

“Mari kita JOGO UJUNGPANGKAH dihari ini ansor dan Banser telah melaksanakan serangakian kegiatan mulai pagi, Intinya banser tidak pernah membubarkan pengajian kecuali Pengajian itu isinya memecah belah dan mengadu domba dan benih benih radikalisme.”Pungkasnya

Dalam rangka menjaga bangsa NU adalah garda dengan penyampaian pantun dari KH. Khusnan Ali Ketua Tanfidzah NU Cabang Kab. Gresik “Beli kado di surabaya naik damri berwarna ungu, selagi NU, TNI , Polri, masih berjaya NKRI tidak boleh di ganggu” NU punya tanggung jawab kebangsaan apabila ada lawan yang akan merusak bangsa,

NU sedang menggalakan pendidikan kader penggerakan NU untuk mendeteksi siapa lawan dan kawan, Saat ini NU sudah satu komando dan bergerak bersama pemerintah Untuk NKRI. Ketangguhan ansor daan banser harus kita pupuk namun kita tidak boleh melanggar aturan sehingga kemenangan ada di NU dan NKRI.”Paparnya

Saya hadir di sini mewakili bapak kapolres, karen belio ada di jember dengan bapak kapolda , padahal bapak kapolres sangat ingin hadir di sini, sekali lagi belio mohon maaf yang sebesar besarnya semoga lain waktu bisa bersilahturohmi, bertatap muka dan hadir di sini.” Tutur Kompol. Drs. Edi Cahyono

“Kami menyampaikan pesan bapak kapolres meskipun kita berada di kecamatan kita doakan dan punya peran penting TNI , POLRI , BANSER dan ANSOR adalah benteng andanya radikalisme sehingga faham itu tidak berkembang”

Tidak menutup kemungkinan TNI POLRI dan Pemerintah banyak yang terpapar radikalisme sehingga kita harus waspada dan saling mengingatkan.”Tegas Kabagsumda Polres Gresik

Danramil Kap. Inf . Mashudi dengan memberi harapan, kami selalu ada koordinasi, dengan kami sehingga tidak terprovokasi.(yons)

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here