Martapura – Blogger Polri

Ratusan massa terlibat bentrok dengan jajaran Kepolisian Resort Banjar. Suasana mencekam terlihat di depan Pengadilan Negeri Kabupaten Banjar pada Jumat, 21 September 2018 siang.

Aksi tersebut menyusul ketidakpuasan pendukung partai politik atas keputusan Pengadilan Negeri Kabupaten Banjar terkait kasus dugaan “money politik” dalam Pemilukada.

Aksi massa dalam simulasi mulai tidak terkontrol

Massa merasa tidak puas dengan putusan yang di ketuk oleh Hakim Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Banjar Gatot Raharjo.

Adanya hasutan dari salah satu provokator, membuat massa semakin brutal, dengan berusaha menerobos barisan polisi dan mencoba menyerang petugas kepolisian dari Polres Banjar yang saat itu sedang melakukan pengamanan sidang.

Aksi massa beringas di depan anggota kepolisian

Ratusan personil Dalmas Polres Banjar yang melakukan pengamanan sempat kewalahan dalam menghadapi aksi massa tersebut. Namun, berkat kesigapan dan kemampuan yang mumpuni dalam mengendalikan massa, akhirnya aksi massa tersebut berhasil diredam oleh petugas dari Polres Banjar.

Satu orang yang diduga sebagai provokator juga berhasil diamankan petugas.

Kesiap siagaan anggota kepolisian menghalau massa

Setelah kurang lebih satu jam, akhirnya situasi chaos yang terjadi di depan Kantor Pengadilan Negeri Kabupaten Banjar berhasil dikendalikan petugas, dan situasi berangsur mulai kembali kondusif.

Terlihat ratusan personil Polres Banjar masih bersiaga disekitaran Pengadilan Negeri Kabupaten Banjar untuk mengantisipasi aksi susulan.

Kepolisian siap membubarkan aksi massa

Kejadian tersebut merupakan simulasi pengendalian massa yang dilakukan oleh jajaran Polres Banjar dalam menghadapi Pemilu 2019.

“ Jadi, pada hari ini kita sedang melaksanakan simulasi pengamanan serta pengendalian massa untuk mengantisipasi adanya aksi kericuhan yang terjadi pada pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019, dan simulasi sengaja kami buat seolah-olah ini adalah suatu kejadian yang nyata, ” ungkap Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete, sesaat setelah pelaksanaan simulasi pengendalian massa.

Kepolisian menggunakan water cannon

Diharapkan dengan adanya latihan ini, persiapan Polres Banjar akan semakin matang dalam menghadapi pesta demokrasi yang akan berlangsung pada tahun 2019 mendatang.

” Tentunya kami menginginkan dan berharap pelaksanaan Pemilu yang sejuk, aman dan kondusif. Namun, dengan latihan simulasi ini, kami akan semakin siap apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan Pemilu yang akan berlangsung pada 2019, ” jelas Kapolres Banjar.

AKBP Takdir Mattanete mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Banjar agar tidak mudah terprovokasi dengan beredarnya berita atau kabar hoax yang bertujuan untuk membuat situasi menjelang Pemilu 2019 menjadi tidak kondusif.

” Apapun pilihannya, kami harap masyarakat saling menghargai pilihan masing-masing, agar pelaksanaan Pemilu 2019 dapat berjalan dengan kondusif, ” pesan Nette Boy.

Kapolres Banjar menegaskan, bahwa pihaknya akan bersifat netral dalam pelaksanaan Pemilu 2019, dengan tidak memihak kepada salah satu capres dan cawapres ataupun partai politik yang akan bertarung dalam Pilpres 2019.

” Tentunya kami bersama TNI akan selalu menjaga kenetralan dalam Pemilu 2019. Tugas kami hanya melakukan pengamanan dan menjamin pelaksanaan Pemilu 2019 berlangsung aman, tertib dan kondusif, ” tandas perwira polisi dengan dua melati di pundak itu. ( Humas Res Banjar/Syam )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here