Puluhan ribu warga Inggris yang ingin menimbulkan ancaman seksual terhadap anak-anak secara online kini mencari korban di negara-negara miskin dan negara-negara yang dilanda perang. National Crime Agency (NCA) Inggris telah memperingatkan bahwa Philiphina telah diakui sebagai pusat komersial untuk foto pelecehan dan live streaming pelecehan anak untuk pembeli warga asing. Anak-anak di Kenya, Kamboja, Vietnam, Thailand dan negara-negara lain juga semakin berisiko karena akses broadband dan penyebaran teknologi terenkripsi di seluruh dunia.

Rob Jones, ahli eksploitasi seksual anak-anak online untuk NCA mengatakan bahwa da ancaman yang meningkat pada anak-anak di negara berkembang di mana kemampuan menjaga anak tidak dapat mengikuti kemajuan teknologi dan ancaman tersebut kemungkinan akan tumbuh.

NCA memperkirakan sekitar 80.000 warga Inggris menimbulkan ancaman seksual terhadap anak-anak online dan jumlah ini merupakan perkiraan yang konservatif. Ada risiko signifikan bahwa banyak dari orang-orang ini akan memanfaatkan ketersediaan teknologi terenkripsi end to end yang gratis dan menghasut penyalahgunaan melalui live streaming.

Jones mengatakan tidak mungkin untuk mengetahui jumlah anak-anak yang berpotensi berisiko, tetapi menambahka jika ada puluhan ribu pelaku potensial, maka anak-anak di negara-negara di seluruh dunia juga akan menjadi sasaran pelaku dari tempat lain antara lain AS, Kanada dan di seluruh Eropa.

Europol telah mengidentifikasi live streaming pelecehan anak di luar negeri, dibayar dan diarahkan oleh orang barat, sebagai ancaman utama dalam kebangkitan eksploitasi anak global.

Lembaga kejahatan Eropa mengatakan bahwa konektivitas seluler, peningkatan cakupan internet di negara-negara berkembang, dan peluncuran streaming pay-as-you-go yang memberikan tingkat anonimitas yang tinggi kepada penonton, semakin meningkatkan ketersediaan dan menjadi pasar untuk penyalahgunaan terhadap anak.

Dalam dekade terakhir, Philiphina telah menjadi pusat komersial untuk pelecehan anak-anak yang disiarkan secara langsung, dengan cuplikan webcam yang sering dibayar dan difasilitasi oleh pembeli seks yang berjarak ribuan mil. Banyak anak disalahgunakan oleh keluarga atau tetangga mereka sendiri, diawasi dan disutradarai oleh orang asing di smartphone, tablet atau laptop.

Pakar perlindungan anak memperingatkan bahwa model yang digerakkan oleh keuntungan seperti ini semakin banyak dan cepat direplikasi di negara lain. Setiap negara di mana penggunaan ponsel cerdas tinggi, ada cara untuk mentransfer uang dengan cepat dan relatif anonim, dan tingkat kemiskinan yang tinggi cenderung menjadi tempat pelecehan anak.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: Rappler

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here